Lonceng itu menjerit
Seolah dalam kesendiriannya
Ia mencari keramaian
Namun bukanlah kesesatan
Untuknya mendengar alunan itu
Hanyalah sebuah peringatan
Tentang sebuah peristiwa
Entah itu harapan atau ketakutan
Mulai berayun semu
Memancarkan serbuan
Dari sinar yang ia dapatkan
Hingga ledakan itu
Menjadi kejutan di pencarian
Yang membawanya sampai
Di balik tirai putih
Sejenak dia berpikir
Tentang masa itu
Ketika perasaan menjadi
Sebuah sirkus yang membuatnya
Mengarungi debu hitam
Dengan senyuman yang nampak
Begitu lebar di paparkannya
Dia menjerit dalam kemenangan
Dalam tangisan ketika dia juga
Meratapi kekalahan
Lonceng membawanya menuju
Kekekalan yang membuatnya
Lupa akan kehadirannya
Namun untuk pertama
Teriakan itu memekik pada
Jarum jam yang selalu
Mengarah pada waktu tengah malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar