Sabtu, 01 Oktober 2011

29 Mei 2011 .2

Lonceng bel di waktunya
Kota malam menjadi ramai
Hiruk pikuk dalam detik
Mencekam untuk mereka penghuni

Perlahan namun pasti
Semua lenyap bagai angin
Namun hanyalah manusia itu
Menatap sedih dan takut
Luluh lantah dosapun menampak

Tiada guna penyesalan
Hanya penantian dihitungan detik
Maka dekatilah kematian
Mereka yang ada

Entah apa yang terjadi
Namun bencana kian menjadi
Tiada lagi senyum dan tawa
Tiada lagi bangga dan bahagia
Musnah sudah kesenangan
Mereka menangis

Dan datang mereka menyusul
Setan dan iblis yang tertawa
Di peluknya mereka
Maka bahagialah dengannya
Yang menjadi mata
Ketika buta hati karena duniawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar