Lonceng bel di waktunya
Kota malam menjadi ramai
Hiruk pikuk dalam detik
Mencekam untuk mereka penghuni
Perlahan namun pasti
Semua lenyap bagai angin
Namun hanyalah manusia itu
Menatap sedih dan takut
Luluh lantah dosapun menampak
Tiada guna penyesalan
Hanya penantian dihitungan detik
Maka dekatilah kematian
Mereka yang ada
Entah apa yang terjadi
Namun bencana kian menjadi
Tiada lagi senyum dan tawa
Tiada lagi bangga dan bahagia
Musnah sudah kesenangan
Mereka menangis
Dan datang mereka menyusul
Setan dan iblis yang tertawa
Di peluknya mereka
Maka bahagialah dengannya
Yang menjadi mata
Ketika buta hati karena duniawi
Sabtu, 01 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar