Di setiap jalanan kecil
Gelap sunyi bagai hilangnya kehidupan
Hingga bulan tak sampai sinarnya
Apa yang ku rasakan
Suasana malam yang panas
Di tengah angin yang berdesis
Merobek kain yang ku pakai
Sejenak ku hentikan langkah
Dan ku mulai jalan
Terdengarlah lolongan itu
Tangisan yang menyayat
Dan bayangan itu
Kian menjadi
Ketika aku berada disini
Lorong kecil dan panjang
Kumuh dan kotor
Dalam henti langkahku
Sedikit waktu ku palingkan wajah
Seorang nenek berlumuran darah
Hanyalah tinggal kulit tipis dan tulang
Namun ku lanjutkan langkahku
Dan perempuan merah itu
Lemas bergelantung pada ikatan di lehernya
Ketakutan mulai datang
Tempat apakah ini
Ku tak sadar akan lukaku
Darah yang terus mengalir
Namun ku berlari
Mencoba menggapai setitik sinar itu
Dan ku sadar dari lelapku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar