Dalam gelap kesendirianku
Yang terasingkan dari setitik sinar
Hanya kegelisahan dan ketakutan
Maka nikmatilah itu
Kau yang pendusta
Melupakan asalmu untuk realita
Sepintas kesadaranpun hilang darimu
Kau yang menyekutukan-Nya
Bahagia engkau dengan duniamu
Yang bebas berkuasa demi realita
Namun memang itu engkau
Dan kaupun tercabik-cabik
Tersiksa kau di lembah mautmu
Akankah kau bisa tersenyum
Sekarang hanya siksa yang kau rasa
Tiada pertolongan untuk itu
Penghianatanmu terbalas
Kini kau terpenjara dengan kekal
Segala balasan kau terima
Bagai tiada batasnya rasa sakit itu
Ketika terpisahnya anggota tubuhmu
Maka nantikanlah lautan api itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar