Aku tak bisa melihatmu, tak bisa melihatmu
Tak peduli berapa kali aku memanggilmu
Aku hilang dalam malam
Suara hatimu adalah kebohongan meskipun kamu tidak mau mengakuinya
Demam yg ringan,seperti kilau air panas
Aku mencoba menyentuh dengan lembut lukamu dengan sedikit mengigil
Aku tak bisa melihatmu, tak bisa melihatmu
Tidak pedeli berapa kali aku memanggilmu
Bahkan meski aku disebelahmu sepetri ingin bertemu denganmu, aku akan berhenti tanpa hasil apa-apa
Bahkan walupun aku mengenggammu dengan erat,terlihat seperti akan lepas
Aku tak bisa meraihmu
Tanpa perubahan itu msih saja terus berlalu, itukah satu-satunya yang bisa menyembuhkan sakit akan kebenaran?
Warna bulan tenggelam di jendela dicelup langit biru
Masih menyakiti bibirku yang gemetaran
Itu akan terus jatuh di malam hari, akan terus jatuh
Aku tak bisa mencari kebenaran
Bahkan meski kamu jauh lebih pnting daripada orang lain, kepercayaanku sudah goyah
Bahkan walupun aku mengenggammu dengan erat,terlihat seperti akan lepas
Aku tak bisa meraihmu
Seperti labirin tanpa jalan keluar
Siapa yang menarik pemicunya?
Aku tak bisa melihatmu, tak bisa melihatmu
Tidak pedeli berapa kali aku memanggilmu
Bahkan meski aku disebelahmu sepetri ingin bertemu denganmu, aku akan berhenti tanpa hasil apa-apa
Bahkan walupun aku mengenggammu dengan erat,terlihat seperti akan lepas
Aku tak bisa meraihmu
Kebohongan dan Kebenaran, akan terus jatuh
Bahkan meski kamu jauh lebih pnting daripada orang lain, kepercayaanku sudah goyah
Bahkan walupun aku mengenggammu dengan erat,terlihat seperti akan lepas
Aku tak bisa meraihmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar